Baru-baru ini anggota DPR mempermasalahkan pidato tahunan Presiden SBY. Apa yang dipermasalahkan? Kalau pembaca blog saya mengikuti terus perkembangan bangsa ini, pasti tahu apa yang sedang dipermasalahkan. Ya! Data usang itulah yang jadi masalah. Presiden SBY menggunakan data usang dalam pidatonya. Fatalnya lagi, data usang yang digunakan adalah data tentang angka kemiskinan di Indonesia. Apalagi masalah kemiskinan adalah salah satu topik yang paling sensitif di negara ini.
Presiden SBY menggunakan data tahun 2005 yang menyatakan bahwa angka kemiskinan di Indonesia turun sekian persen. Padahal data terbaru tahun 2006 (yang menurut Biro Pusat Statistik) menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia naik sekian persen. Inilah yang dipermasalahkan oleh banyak kalangan termasuk wong cilik kayak saya ini. Banyak kalangan menyebut bahwa Presiden SBY telah melakukan kebohongan publik, karena dengan mata kepala kita sendiri saja, kita bisa melihat angka kemiskinan di Indonesia ini benar-benar naik.
Mau bukti? Lihat saja antrian masyarakat yang mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tiap 3 bulan. Membludak! Itu baru pencairannya saja. Pas pendataan saja, banyak orang yang ingin dianggap miskin untuk mendapatkan BLT. Sampai-sampai penduduk yang benar-benar miskin tidak terdata dan tentu saja tidak mendapatkan BLT.
Bukti lain? Lihat saja sekeliling kita. Gelandangan dan pengemis semakin mengisi sudut-sudut kota. Dan sialnya, jumlahnya terus saja bertambah. Bukti lain lagi? Banyak sekali. Anak-anak usia sekolah yang terpaksa bekerja atau mengemis karena tidak ada biaya untuk melanjutkan pendidikannya sudah nyaris tidak terhitung lagi.
Apa itu semua belum cukup untuk membuktikan bahwa negara kita masih miskin dan jumlah penduduk miskin juga bertambah?
Kadang kita tidak perlu data untuk memperlihatkan sebuah kebenaran. Kebenaran takkan berubah karena ada atau tak data. Tapi untuk skala pemerintahan, data memang layak dibutuhkan. Tapi apa salahnya kita memakai data terbaru meski angka yang ditunjukkan menyesakkan dada. Lebih baik jujur tapi menyakitkan.
Meskipun begitu, Presiden SBY tetaplah manusia. Rocker saja manusia, apalagi presiden. Tentu tak lepas dari salah. Tapi saya yakin, Presiden kita yang satu ini, pasti belajar dari kesalahan.
We will see!
- Judul : Apa yang Salah dengan Data Usang?
- Penulis : syafril riza
- Kategori :
-
Rating : 100% based on 10 ratings. 5 user reviews.
Item Reviewed: Apa yang Salah dengan Data Usang?
9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

0 comments