“Move on donk!” Mungkin kalimat itu yang
sering kita dengar saat melihat rekan kita yang sedang terpuruk. Melihat
seseorang yang tak berdaya karena kesedihannya, seringkali membuat kita
berpikir, bagaimana seseorang bisa begitu menikmati kesedihannya hingga enggan
untuk beranjak pada kebahagiaan.
Sebenarnya, move on tidak semudah omongan
motivator yang hanya dengan kata-kata penuh semangat, mengepalkan tangan ke udara,
lantas seseorang bisa langsung move on. Bagi beberapa orang, mungkin bisa
langsung move on setelah dengar omongan menggelegar sang motivator, tapi pengalaman
saya, malah banyak orang yang belum bisa move on meskipun dengar ucapan penuh
semangat nan puitis dari motivator yang sering nongol di tipi.
Terus, bagaimana seseorang bisa begitu lama
untuk move on?
Inilah pengalaman saya menghadapi beberapa
orang yang lambat move on, termasuk saya yang juga kadang lambat untuk move on.
- Kadar masalah. Tiap orang dianugerahi masalah dengan kadar yang berbeda. Sehingga bila belum bisa menyelesaikan masalah tersebut, biasanya kesedihanlah yang terjadi. Kadar masalah berbanding lurus dengan kesedihan dan kecepatan move on . Semakin besar kadar masalah yang belum terselesaikan, semakin besar kadar kesedihan, dan semakin lama pula dia untuk move on.
- Beberapa orang butuh waktu untuk menyadari bahwa tak ada masalah yang tak terselesaikan. Tak ada kesedihan yang tak berakhir. So, move on hanya masalah waktu saja. Time will heal the pain.
- Seseorang butuh ruang untuk sendiri, untuk berkontemplasi, untuk memahami bahwa dia hanya butuh Allah saat itu. Tak butuh orang lain untuk menyemangatinya. Sehingga kehadiran orang lain, meskipun menyemangatinya, bisa diartikan gangguan bagi hidupnya.
So, saat menemukan temanmu sedang terpuruk dalam
kesedihannya, jangan langsung berujar “move on donk! “. Siapa tau dia sedang
mengalami salah satu dari tiga hal di atas. Dan kalo kamu belum pernah
merasakan apa yang sedang dia rasakan, jangan sok wise dengan berucap “aku bisa
merasakan apa yang kamu rasakan”. Jangan sok care, biasa aja. Siapa tau dia hanya
butuh tempat curhat, bukan seseorang yang sok tau tentang permasalahannya.
Intinya adalah, pastikan ngomong “move on
donk! “ pada saat yang tepat. Tapi kalo kamu gak tau saat yang tepat itu kapan,
lebih baik diam.
“Jika
kau tak bisa berkata baik, maka diam adalah baik bagimu”
(Rasulullah
SAW)

0 comments