“Silahkan dilihat dulu bajunya kak! “ ucap ramah seorang SPG
di salah satu mall di Surabaya. Panggilan ini sudah lazim diucapkan pada konsumen.
Bayangkan saat kita masuk ke puluhan tenant dan semua SPG memanggil “kakak”,
dalam semalam kita sudah punya puluhan adik. Entah bagaimana nasib Kartu
Keluarga milik keluarga kita. Pasti penuh dengan adik-adik kita.
Sebenarnya gak masalah dengan panggilan “kakak” karena saya
berasa muda terus. Semoga gak berakhir pada “kakak adik zone”. Heuheuheu. Cuma
yang jadi masalah bila panggilan ini mulai lebay. Papa saya pernah dipanggil
“kakak” oleh seorang SPG. Come on! Pria dengan usia hampir 70 tahun pasti punya
panggilan yang lebih tepat daripada “kakak”.
Intinya gak ada masalah dengan panggilan “kakak” dalam
strategi bisnis. Ini biaa mengakrabkan pengusaha dengan konsumen. Bisa membuat
konsumen merasa lebih muda. Cuma…..kalo penempatannya gak pas seperti yang
terjadi pada papa saya, tentu saja ini bisa jadi bumerang bagi pengusaha itu
sendiri.
Pada akhirnya, siapkah kamu jadi “adikku”?
0 comments