Bullying menurut wikipedia adalah the use of force, threat, or coercionto abuse, intimidate, or aggressively dominate others.
Yang IELTS-nya dapat 7 pasti tau artinya. Intinya penindasan terhadap orang
lain, baik fisik maupun verbal.
Biasanya,
bullying terjadi pada orang yang lemah, yang tidak kita sukai. Namun pada
kenyataannya, justru seringkali kita melakukan bullying pada orang yang kita
cintai. Lho kok bisa? Bisa dan sering malahan.
Begini, ada
saatnya kita minta tolong pada orang yang
kita cintai. Namun dia tidak bisa melakukannya dengan sempurna. Yang
terjadi biasanya, “Gimana sih? Ngerjain ini aja gak bisa!” Dan itu seringkali
kita ulang tanpa sadar. Iyalah tanpa sadar. Kalo sadar pasti gak bakal terjadi
bullying model kayak gini. Pada akhirnya, orang yang kita cintai tersebut akan
takut untuk memenuhi permintaan kita. Takut salah. Harusnya orang yang saling
mencintai gak perlu takut salah. Karena salah itu juga manusiawi. Tapi terus
melakukan kesalahan yang sama…. itu namanya kebacut.
Saya yakin, bullying model kayak gini keluar karena kita berharap
kalo orang yang kita cintai adalah orang yang paling paham permintaan kita,
sehingga permintaan tersebut harusnya terselesaikan dengan sempurna. Masalahnya
adalah meskipun berinteraksi seumur hidup, gak mungkin orang yang kita cintai
pasti paham sejuta persen apa yang kita minta. Dia bukan kita. Jangan paksakan
itu.
Belajar memahami bahwa dia bukan kita, yang selalu paham apa
yang kita minta plus selalu ingat kebaikan dia akan jadi jalan terbaik untuk kampanye
anti bullying model kayak gini. Saya bersyukur punya pasangan hidup yang
memahami saya. Yang memahami bahwa kadang saya gagal memahami apa maunya.
Alhamdulillah!
Tulisan ini berdasarkan kisah nyata dari sekeliling saya.
Yang ingin saya share agar tak perlu ada bullying tipe advance seperti ini.
Pada akhirnya, pahami bahwa tak pernah ada orang yang selalu
salah . Mungkin dia khilaf saat itu, tapi kebaikannya yang lain harusnya
membuat kita berpikir milyaran kali untuk melakukan bullying.

0 comments