Menurut
Wikipedia, “keterbelakangan mental” atau “retardasi mental” adalah kondisi
sebelum usia 18 tahun yang ditandai dengan rendahnya kecerdasan (biasanya nilai IQ-nya di
bawah 70) dan sulit beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari.
Oke….apa
hubungannya dengan judul tulisan saya “keterdepanan mental”?
Begini…(pasang
tampang sok wise), seberapa sering anda melihat sebongkah tissue, seutas
plastik pembungkus makanan keluar dari kaca mobil yang sedang melaju? seberapa
sering anda melihat sepuntung rokok yang dibuang oleh pengendara motor yang
sedang melaju? Pasti jawabannya SERING!!
Pernah anda lihat
tampang para pelaku pembuangan itu? Menurut pengamatan saya, nyaris semua pelaku
adalah orang-orang di atas 18 tahun ke atas dengan tampang dan kendaraan yang
kayaknya gak mungkin dimiliki oleh orang dengan IQ di bawah 70, dan mereka terlihat
mudah beradaptasi. Pertanyaannya berikutnya adalah bagaimana mungkin
orang-orang di atas 18 tahun ke atas dengan tampang dan kendaraan yang kayaknya
gak mungkin dimiliki oleh orang dengan IQ di bawah 70, serta mudah beradaptasi
bisa melakukan perbuatan yang “aneh bin ajaib” kayak gitu? Kenapa saya bilang
“aneh bin ajaib”? Logikanya, sampah kayak tissue, plastik, punting rokok, dan
lain-lain pasti dibuang di tempat sampah. So, apakah sampah kayak tissue,
plastik, punting rokok, dan lain-lain bisa jalan sendiri ke tempat sampah saat
dibuang ke jalan? Gak bisa kan?!?!?! Nah, julukan apa yang layak diberikan ke
orang-orang macam ini, kecuali “keterdepanan mental”? Karena masuk definisi
“keterbelakangan mental” pasti gak pas.
Orang yang masuk
kategori “keterdepanan mental” biasanya gak merasa bersalah dengan tindakan
mereka. Argumentasi mereka adalah “Toh ada bagian kebersihan yang bakal
beresin. Kan kita udah bayar pajak untuk mbayar mereka.” Hellllllowwww!!!!
Seberapa gede sih pajak yang mereka bayar dibanding kerusakan yang akan mereka
timbulkan? Kecil banget! Bayangkan saat semua sampah yang ada di jalanan belum
sempat diambil oleh petugas kebersihan dan akhirnya terbang dan mendarat di
sungai atau selokan, pasti bikin aliran sungai dan selokan tersumbat kan? Nah,
banjir kan? Lebih parah kan?
So, kalo gak mau
dianggap orang dengan kategori “keterdepanan mental”, jadilah orang normal.
Yang paham bahwa sampah tuh harusnya dibuang ke tempat sampah, bukan di
jalanan. Berlakulah layaknya orang dengan usia diatas 18 tahun dengan nilai IQ-nya di
atas 70 dan mudah beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari.
Can you?

0 comments