Beberapa tahun ini, wilayah kerja saya melebar ke beberapa kota di
luar Surabaya. It means saya harus beberapa kali melakukan kunjungan by plane. It
means juga saya harus seringkali melewatkan waktu di airport.
Bagi saya, airport adalah tempat yang asyik untuk melihat perilaku
manusia. Nyaris semua manusia dengan berbagai macam bentuk dan perilaku dapat
dengan mudah ditemui di airport. Beberapa delay membuat saya semakin mencintai
kegiatan mengamati manusia-manusia di airport. Ada yang high temper saat dapat
kabar delay, ada yang sibuk dengan smartphone-nya sendiri meski pasangannya
lagi ngelamun, ada juga yang sibuk dandan sembari menunggu pesawat. Banyak rupa
perilaku. Semuanya sangat menarik untuk diamati.
Sebagai manusia yang sering bertemu dengan banyak orang , kegiatan
mengamati orang-orang sangat berguna bagi saya. Karena seringkali
perilaku-perilaku tersebut muncul juga di lokasi lain selain bandara. Termasuk di
perkuliahan saya maupun di tempat meeting dengan klien. Jadi setidaknya saya
belajar untuk memahami dan mengantisipasi perilaku tersebut. Misalnya ada
mahasiswa yang lagi sibuk dandan di tengah perkuliahan saya. Ada kemungkinan
dia bosan dengan materi kuliah saya. So, saya harus bisa create materi kuliah
semenarik mungkin dengan tidak mengurangi kualitas materinya.
Mengamati perilaku orang di airport sebenarnya juga media yang tepat
untuk “bercermin”. Kadang kita menemukan perilaku seseorang yang kita
tertawakan, tapi sebenarnya kita juga sering melakukan hal tersebut. Misalnya,
saat kita menemukan pasangan yang sedang duduk di suatu restoran di airport,
namun mereka sama-sama sibuk dengan smartphone-nya masing-masing. Biasanya kita
merasa “ngenes” melihat pemandangan seperti itu, tapi kita lupa kalo kita juga
sering melakukan hal tersebut bersama pasangan kita.
Pada intinya, sesekali “bercermin” itu perlu. Karena kita takkan pernah
menjadi lebih baik tanpa ada contoh baik dan tidak baik dari sekeliling kita.
So, sudahkah mengamati orang-orang hari ini?

0 comments