Mengaku ganteng? Iya! Mengaku ganteng!
Emang kenapa? Bukankah ini sering dilakukan oleh para pria yang cukup percaya
diri. Yang bukan hanya ibunya saja yang menganggap dia ganteng, tapi dia pun
menganggap dirinya ganteng.
Sebenarnya gak ada yang salah saat membuat
pengakuan tentang kegantengan. Selama definisi ganteng masih absurd dan
debatable, selama itu pula klaim ganteng dapat diajukan oleh pria manapun. Cuma
yang jadi masalah adalah saat pria-pria pengaku ganteng ini memenuhi wall kita,
entah FB, Instagram, dan lain-lain dengan foto selfie sok gantengnya yang terus
diposting hingga puluhan kali per hari. Masalah terjadi saat kita tidak dapat
tontonan lain selain cowok “ganteng” ini. Istilah kerennya adalah “sudah
mengganggu fungsi organ mata”.
Yang kita harapkan sebenarnya sederhana. Gantenglah
pada saat yang tepat. Posting-lah pose ganteng dengan durasi yang tepat.
Misalnya sebulan sekali. Sisanya bisa posting resep-resep masakan dari seluruh nusantara.
Hal ini kita lakukan agar wall teman kita terjaga kelestariannya hingga enak
dilihat oleh pemiliknya.
Intinya sih sederhana, “pengendalian diri”.
Karena hawa nafsu untuk mengaku ganteng bisa datang kapan aja
Dan terakhir............sudahkah kamu
merasa ganteng hari ini?

0 comments