IMPULSIF

No comments
“Wow! Keren banget nih baju! Dan sejurus kemudian baju itu sudah terbeli. Entah butuh atau tidak, yang penting baju bagus itu sudah ada di tangan. Pernah melihat teman atau saudara kita melakukan hal tersebut? Atau malah kita yang sering melakukannya?

Perilaku di atas seringkali disebut perilaku impulsif. Impulsif biasanya disebut sebagai dorongan yang didasarkan untuk pemuasan keinginan, baik sadar maupun tidak sadar, sehingga pelakunya lebih sering melakukan sesuatu atas dasar pemenuhan keinginan semata daripada kebutuhan.

Dalam konsep pemasaran, pembeli impulsif ini sangat menguntungkan bagi perusahaan. Itulah kenapa baju terbaik selalu dipajang di etalase depan, dikenakan oleh manekin terbaik. Berharap ada mata khilaf yang waspada, sehingga berakhir dengan pembelian.

Dalam logika konsumen, perilaku impulsif ini bagai pedang bermata dua. Satu sisi, bila dia membeli barang yang pas dibutuhkan memang gak ada masalah. Tapi di sisi lain, bila dia membeli barang yang tidak dibutuhkan, maka ini sebuah pemborosan yang tak perlu.

Lantas, apakah perilaku impulsif ini lebih baik dipelihara atau dihilangkan? Bagi saya, perilaku impulsif ini layak untuk dipelihara, namun tetap dengan penuh tanggung jawab.

Kok bisa? Bisa donk! Bayangkan bila kita melihat seorang nenek tua sedang berjualan koran, namun kita tidak memiliki perilaku impulsif untuk segera membeli korannya agar nenek tersebut bisa memenuhi isi perutnya hari itu. How? Satu kebaikan melayang karena kita tak punya perilaku impulsif saat itu.

Namun, tetap perilaku impulsif ini harus tetap bertanggung jawab. Jika kita sudah memiliki sesuatu yang sudah memenuhi kebutuhan kita, alangkah baiknya bila kita menahan sejenak perilaku impulsif untuk membeli sesuatu yang hanya sekedar keinginan sesaat. Bukan berarti tak boleh membeli keinginan. Tapi bisakah kita proporsional dengan melihat situasi dan kondisi saat itu? Saat kondisi duit pas-pasan, tak usah memaksa membeli keinginan dengan modal berhutang. Ini akan lebih memperburuk, situasi saat itu.


Pada akhirnya, ini cuma masalah pengendalian diri. Siapa yang bisa mengendalikan hawa nafsunya, dia akan menjadi raja dari dirinya. 
IMPULSIF
  • Judul : IMPULSIF
  • Penulis :
  • Kategori :
  • Rating : 100% based on 10 ratings. 5 user reviews.
Item Reviewed: IMPULSIF 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

Komentar Terbaru

Just load it!