“Perbedaan itu indah!”. Mungkin kita sering denger ungkapan itu.
Dimana kita mengakui bahwa perbedaan itu enak dilihat dan enak didengar. Gak
asyik kalo semuanya sama. Gak ada variasinya. Gak ada hal baru yang bisa
dipelajari.
Saya termasuk yang orang yang sepakat dan gak sepakat dengan
ungkapan itu. Lha kok jadi absurd? Kok gak punya pendirian? Tar dulu. Sebelum langsung
menuduh, izinkan diriku menjelaskannya. Haisssshhh.
Kenapa saya sepakat dengan ungkapan itu? Saat saya butuh
pencerahan baru, ilmu baru, sudut pandang baru, saya lebih cenderung suka
mendapatkannya dari orang yang punya sudut pandang beda dengan saya. Saya bisa
sedikit berdebat dan berdiskusi untuk mencari kebenaran. Kalopun tak ada kata sepakat,
setidaknya saya belajar sesuatu darinya. Dan hal ini takkan pernah saya dapat dari
orang yang punya kesamaan sudut pandang dengan saya.
Terus kenapa saya juga sekaligus gak sepakat dengan ungkapan
itu? Untuk cari jodoh, saya sangat mengagungkan persamaan, kecuali jenis
kelaminnya harus beda. Saya gak mau ambil resiko dengan menikahi seseorang yang
punya pemahaman agama beda dengan saya, punya visi hidup yang beda dengan saya,
punya pola asuh anak yang beda dengan saya. That’s too risky for me! Hidup saya
akan dipenuhi dengan perdebatan yang gak perlu seumur hidup saya. Saya gak bisa
hidup kayak gitu.
Pada akhirnya, gunakan perbedaan pada saat yang tepat dan
gunakan persamaan pada saat yang tepat lagi.

0 comments