SUPER-DUPER SENSITIF

No comments
Beberapa hari yang lalu di wall Facebook, saya menemukan status salah satu teman saya yang isinya kira-kira: “Duh yang mulai belajar nulis, perhatikan donk ejaannya, tanda bacanya. Jadi curiga, sebenarnya apa sih bacaannya ampe aturan nulis aja kagak tau?”

Gak ada yang salah kan dengan status itu? Nggaklah. Cuma, status itu ditulis beberapa menit setelah saya posting tulisan pendek. Kalo saya punya “sumbu pendek”, saya pasti sudah meledak saat itu. Saya akan kasi komen pedas langsung di wall-nya. Saya akan block pertemanan dengan dia. Dan pada akhirnya……..elo…gue…END!!!!! Toh dia sudah menyinggung tulisan saya. Tapi Alhamdulillah, sumbu saya rusak. Jadinya gak nyambar sama sekali.

Kenapa saya gak kesambar status itu?

Begini, saya belajar banyak dari istri saya untuk mencerna suatu informasi pake logika daripada emosi. Untuk yang satu ini, istri saya rada beda dari kebanyakan cewek yang biasanya pake emosi duluan untuk informasi kayak gini. I owe her much for this thing.

Ok, ini analisa logika saya.

Anggap saja dia memang menyinggung tulisan saya yang EYD-nya amburadul. Kalo begitu harusnya saya berterima kasih donk karena dia telah mengingatkan kesalahan saya. Jadi saya gak ada alasan untuk marah pada orang yang telah berbaik hati mengingatkan saya. Lagipula dia gak sebut nama saya. Jadi aib saya telah dia tutupi. Dan percayalah, saya masih terus memperbaiki kualitas tulisan saya.

Atau….

Status itu ditujukan ke teman dia yang tidak saya kenal. Teman dia tidak hanya saya saja. Lagipula dia gak sebut nama, jadi bisa siapa saja kan? Nah, saya akan terlihat super-duper sensitif dan konyol kalo mencak-mencak di Facebook. Selain itu saya sudah melakukan tuduhan serius terhadap seseorang yang sulit saya buktikan kesalahannya.

Jadi apa tujuan sebenarnya saya nulis ini?

Sebenarnya sederhana sih. Saya cuman ingin mengingatkan ke siapa pun yang punya social media untuk tidak memelihara “sumbu pendek”-nya. Di social media, tiap orang bebas nulis apapun asal tidak menyinggung SARA dan menghina seseorang secara khusus. Biasakan itu. Woles saja. Kalo sakit hati baca status-status teman kita, paling aman adalah gak punya social media sama sekali. Tapi hari gini, gak punya social media sama sekali???? Please deeeeehhhh.

Pada akhirnya, gunakan social media secara bijaksana dan gunakan logika terlebih dahulu dalam mencerna informasi yang ada di social media.


So, sudahkah kamu posting sesuatu di social media-mu hari ini? 
SUPER-DUPER SENSITIF
  • Judul : SUPER-DUPER SENSITIF
  • Penulis :
  • Kategori :
  • Rating : 100% based on 10 ratings. 5 user reviews.
Item Reviewed: SUPER-DUPER SENSITIF 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

Komentar Terbaru

Just load it!