Lelah. Itulah mekanisme alami yang dimiliki oleh tubuh untuk
“bernafas” sejenak. Setelah melakukan aktivitas yang cukup menguras tenaga,
sepertinya tubuh meminta haknya untuk
sedikit “terlelap”. Tak ada masalah dengan berhenti sejenak (baca: beristirahat)
saat tubuh lelah, karena tubuh akan kembali lagi melaksanakan “kewajibannya”
setelah beristirahat.
Bagaimana dengan lelah perasaaan, bahkan lelah pikiran?
Segala macam problema hidup ternyata lebih menguras energi hati dan otak
ketimbang tubuh secara keseluruhan. Bahkan saking lelahnya menghadapi masalah
hidup, beberapa orang mencoba untuk beristirahat “selamanya” (baca: bunuh
diri). Beberapa orang sukses menjalani peristirahatan selamanya, beberapa orang
harus beristirahat di rumah sakit karena ketololannya.
Ada kabar buruk dan kabar baik terkait masalah. Kabar
buruknya adalah, pada dasarnya tiap orang secara alami telah diberi “bonus”
oleh Allah dengan segepok permasalahan. Yup! TIAP ORANG! Entah dia yang punya
kartu kredit dengan plafon langit atau yang punya rumah dengan langit-langit
yang hampir runtuh, semuanya pasti punya masalah. Kadar permasalahan
disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang. Gak ada yang paling berat.
Gak ada yang paling ringan. Proporsional.
Tapi, kabar baiknya adalah Allah juga memberikan “bonus”
tambahan. Bonus tersebut berupa solusi yang jitu bagi permasalahan hidup.
Penawaran ini harusnya disambut dengan gembira oleh hamba-Nya yang waras. Yang
paham bahwa “bonus berbonus” ini hanya Allah yang bisa kasih. Namun bonus
terakhir ini bisa cair bila hamba-Nya paham dengan baik terkait konsep masalah,
menggunakan seluruh indera yang diberikan oleh Allah untuk menghadapi masalah,
dan berserah diri pada Allah.
Di sisi lain, masalah pun sebenarnya memberikan “bonus”
tersembunyi. Kemampuan analisa dan pertahanan diri, baik mental dan spiritual,
saat menghadapi masalah lain yang lebih besar akan semakin terasah. Harusnya
diri kita semakin pede saat menghadapi masalah karena diri kita telah terlatih
oleh masalah. Bukankah hidup memang tempatnya kita menghadapi masalah (baca:
ujian)?
So, bila tubuh lelah karena seharian beraktivitas,
beristirahatlah. Bila lelah menghadapi masalah, tersenyumlah. Jangan pernah
terpikir untuk beristirahat “selamanya”, karena Allah akan berikan bonus
selanjutnya, solusi.
Tersenyumlah lagi, karena bila kau lulus menghadapi masalah,
levelmu akan naik di peringkat hamba Allah yang beriman. Pada akhirnya,
peringkat mana yang lebih baik daripada peringkat yang telah ditentukan oleh
Allah?
0 comments